Diskusi Bulanan : Prospek Studi Politik Islam dan Kepemimpinan Elit Lokal


Diskusi Bulanan Forum Dialektika, yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram digelar pada Rabu, 1 Juli 2026, di Meeting Room FUSA UIN Mataram. Mengusung tema “Prospek Studi Politik Islam dan Kepemimpinan Elit Lokal”, diskusi ini menghadirkan Dr. Muhtar Haboddin, S.IP., M.A., akademisi Ilmu Politik sekaligus Ketua Program Studi S2 Ilmu Pemerintahan FISIPOL Universitas Brawijaya, sebagai narasumber utama.
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Suprapto, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram, dan dipandu oleh Agus Dedi Putrawan, M.S.I., akademisi Ilmu Politik Islam sekaligus Editor in Chief Jurnal Sophist FUSA UIN Mataram.
Dalam paparannya, Dr. Muhtar Haboddin membuka diskusi dengan pertanyaan yang mendasar dan provokatif: siapa sesungguhnya lulusan kajian Politik Islam, dan apakah pasar kerja membutuhkan mereka? Pertanyaan ini merupakan ajakan untuk melihat secara lebih objektif atas posisi studi Islam politik di tengah perubahan yang terus bergerak. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan Islam dihadapkan pada pilihan yang tidak bisa dihindari: beradaptasi dengan kebutuhan pengguna lulusan, atau menghadapi kemandegan yang perlahan menggerogoti relevansi. Namun adaptasi, ia tekankan, tidak berarti melepaskan identitas. Basis nilai keislaman harus tetap dipertahankan sebagai penciri yang membedakan lulusan kajian Politik Islam dari program studi lainnya.
Narasi “inovasi atau mati” yang dihadirkan narasumber mencerminkan urgensi nyata yang dirasakan banyak program studi Islam di Indonesia: bagaimana tetap relevan di era yang terus berubah tanpa kehilangan jiwa akademik yang menjadi alasan keberadaannya. Diskusi juga menyentuh soal kepemimpinan lokal sebagai salah satu medan empiris paling strategis bagi kajian Politik Islam, di mana nilai, praktik, dan struktur kekuasaan bertemu secara konkret dalam kehidupan masyarakat.
Forum Dialektika merupakan ruang kajian bulanan dosen FUSA UIN Mataram yang secara konsisten menjadi medium pertukaran intelektual lintas disiplin dalam lingkungan akademik fakultas. Diskusi kali ini diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan arah pengembangan kurikulum dan visi keilmuan Prodi Pemikiran Politik Islam secara khusus dan FUSA secara umum di masa mendatang.





